Kemendikbud Siapkan Generasi Pelajar Tangguh Berkarakter Guna Menyongsong Indonesia Emas 2045

Kegiatan team building memperkuat kekompakan para peserta KKP 2019. Foto: Humas Kemendikbud

Pamoyanan, bogorimages.com – Indonesia masih ada dan akan terus ada. Optimisme itu dilontarkan Fajrin Putra Wijaya, siswa SMAN 1 Jakarta yang didaulat memberikan testimoni pada penutupan kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) 2019 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan SMA, 29 April-4 Mei 2019  di Green Forest Hotel, Bogor, Jawa Barat.

“Melalui kegiatan KKP (2019,red) ini, kami nyatakan pelajar Indonesia siap menyongsong Indonesia Emas pada 2045. Kami semakin yakin, bahwa perbedaan suku bangsa, agama, dan budaya di 34 provinsi adalah suatu kekuatan. Bukan sebaliknya,” jelas Fajrin kepada wartawan, Sabtu (4/5/2019).

Peserta KKP dari 34 provinsi di Indonesia. Foto: Humas Kemendikbud

Para peserta KKP adalah duta-duta pelajar SMA nasional dari daerah masing-masing dengan mengutamakan tiga kompentensi yaitu, memiliki karakter yang kuat, memiliki literasi yang kuat dan kompetensi yang tinggi. Mereka merupakan para pengurus dan pembina OSIS dari 34 provinsi. Masing-masing provinsi mengirimkan 8 siswa (4 putra dan 4 putri) beserta pendamping. Para peserta  mengikuti lima rangkaian kegiatan utama dalam hal penggemblengan diri yaitu Kawah Kepemimpinan, Kawah Kedisiplinan, Kawah Kebangsaan, Kawah Kreativitas, dan Kawah Kepedulian di lingkungan berhawa sejuk wilayah Selatan Kota Bogor, Jawa Barat yang sudah memasuki area kaki Gunung Salak.

Selain itu, kegiatan yang tak kalah pentingnya adalah upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus audiensi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kemendikbud Senayan pada tanggal 2 Mei 2019 . “Melalui KKP ini, kami mengenal siswa dari daerah lain yang berbeda agama, budaya, bahasa dan berbeda talenta. Ini membuat ikatan kami sebagai saudara sebangsa dan se-tanah air menjadi lebih kuat. Kami berbeda tapi satu, dan bersatu dalam bingkai NKRI,” ujar Ridho Ansori Romdan, siswa dari SMAN 3 Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang juga terpilih menjadi siswa terbaik dalam KKP 2019 ini.

Tujuan dilaksanakanya KKP antara lain adalah untuk membentuk pola pikir pemimpin muda yang berkarakter mulia, patriotik, dan berdayaguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) 2019 dibuka secara resmi oleh Direktur Pembinaan SMA, Purwadi Sutanto, dengan  didampingi para Kasi dan Kasubdit di lingkungan Direktorat Pembinaan SMA, Kemendikbud. Dalam Sambutannya, Purwadi menyampaikan harapannya agar setelah mengikuti kegiatan KKP para siswa dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing.

“Saya melihat wajah-wajah penuh optimisme dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi. Di sinilah tempat kalian dibina menjadi agen-agen perubahan yang hebat sebagai calon pemimpin masa depan yang siap bersaing menuju abad-21,” jelasnya seraya berpesan agar para peserta KKP 2019 bisa menjadi duta anti hoax, anti narkoba, anti pronografi, dan anti radikalisme. “Cintailah tanah air, bela negara, berprestasi dan berkarakter itu yang diharapkan sepulang kalian dari (kegiatan) ini,” sambung Purwadi.

Sementara itu, Kasubdit Peserta Didik, Juandanilsyah juga menyampaikan pesannya. Saat ditemui wartawan usai penutupan kegiatan KKP 2019, Sabtu (4/5/2019), pria asal Bumi Aceh Nanggroe Darussalam ini mengatakan bahwa sukses adalah hak semua pelajar Indonesia, mulai dari pelajar di ujung Barat Aceh hingga ke pelosok Papua. “Semua berhak dan punya kesempatan untuk maju. Tentunya, sesuai dengan talentanya masing-masing. Tidak mungkin sama. Namun, di situlah letak kekuatannya. Mereka akan saling melengkapi, dan supaya itu terwujud melalui pembinaan di KKP inilah sebagai perekat persaudaraan di antara mereka,” tegas Juandanilsyah.

Sejumlah kegiatan yang diikuti peserta KKP 2019 selama di Bogor di antaranya mendapatkan kesempatan berkunjung ke Kebun Raya Bogor. Di sini para siswa dapat menikmati hijaunya kebun raya yang sejuk dan asri. Namun yang sangat spesial dalam acara kunjungan hari ini adalah bertemu dengan sosok pemimpin muda dan inspiratif yaitu Walikota Bogor, Bima Arya.  Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya sempat menyampaikan pesan agar para siswa menyiapkan masa depannya dari sekarang. “Masa depan itu dimiliki oleh orang-orang yang menyiapkan dari sekarang.  Semua orang hebat menyiapkan masa depan dari sekarang. Semuanya menjemput masa depan, bukan menunggu masa depan. Menghampiri masa depan, bukan menanti masa depan,” demikian disampaikan Bima.

Selain itu, Bima Arya juga memberikan motivasi agar para siswa siap menghadapi segala tantangan. “Jangan pernah berdoa untuk dimudahkan segala urusannya, berdoalah untuk bisa menyelesaikan tantangan. Berdoalah untuk diberikan kekuatan menghadapi badai,” ungkap Bima.

Sepulang dari Kebun Raya Bogor, peserta didampingi fasililitator melakukan berbagai macam games menarik yang bertemakan kebangsaan dan kepemimpinan. Melalui permainan ini para peserta diajak saling bersinergi dan berkolabarasi dalam mencapai tujuan bersama.

Selain itu, para peserta KKP 2019  juga mengikuti sesi-sesi pengayaan seperti Bela Negara yang disampaikan oleh narasumber dari Polhukam/BNN, materi tentang Kreativitas Digital serta materi tentang penulisan jurnalistik. Puncak kegiatan adalah menghadiri perayaan Hardiknas, pada Kamis (2/5/2019) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Upacara ini dipimpin langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendy di halaman gedung Kemendikbud, Senayan.

Mendikbud Muhadjir Effendy berpesan agar para siswa membangun mimpi yang besar untuk menggapai cita-cita dan menjalin komunikasi dengan sesamanya lewat jejaring alumni KKP. Foto: Humas Kemendikbud

Dalam pertemuan khusus dengan peserta KKP, Mendikbud Muhadjir Effendy berpesan agar para siswa membangun mimpi yang besar untuk menggapai cita-cita dan menjalin komunikasi dengan sesamanya lewat jejaring alumni KKP.

“Bermimpilah selama bermimpi itu tidak dilarang. Tidak ada yang melarang saudara menjadi presiden, pengusaha, guru dan lainnya. Manfaatkan sebaik mungkin pengalaman anda selama berada di sini dan bertemu dengan teman sebaya kalian dari seluruh daerah di Indonesia. Ini adalah momentum yang tidak terjadi setiap saat dan dialami oleh banyak orang. Bangunlah jejaring di antara kalian dan peliharalah itu sampai nanti kalian sukses di bidangnya masing-masing. Jejaring inilah  sangat penting untuk membangun kesuksesan anda dan Indonesia ke depan,” pesan Mendikbud. (Sabur Fernandez)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *