Loyalitas dan Kapabilitas, Dua Prinsip Yang Harus Jadi Pegangan ASN

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus berpegang pada dua prinsip, yakni loyalitas dan kapabilitas. Hal ini diungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono, Kamis (13/6). Lebih jauh Momon menjelaskan loyal adalah patuh tapi tetap berada pada koridor peraturan.
“ Loyal bukan berarti patuh 100 persen, jika arahan pimpinan salah terus patuh itu bukan loyal justru akan mencelakai pimpinan, “ ujarnya.
Jika arahan pimpinan salah disampaikan Momon akan baik jika dilihat dulu, kaji, kemudian pelajari dan sampaikan pada forum yang tepat.
“ Berbeda boleh tapi harus pada forum yang tepat. Segalak apapun pimpinan jika tahu cara menyampaikan secara tepat pasti diterima, “ jelasnya kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Tk. III Kementerian pertanian di Aula A Komplek Bumi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP).
Menurut Momon loyal menjadi skala prioritas. Karena ketika seseorang menanyakan bagaimana seseorang itu yang akan ditanyakan adalah loyalitasnya. Seorang ASN cerdas, profesional, ahli, tetapi tidak loyal maka dijamin tidak akan bisa menjadi apapun di dalam sebuah organisasi. Meski demikian diungkapkan Momon loyal tetap harus dibarengi dengan kemampuan dan professional. Profesional minimal memiliki keahlian dan pengetahuan. Untuk menjadi profesional ASN harus belajar terus mengembangkan diri.
“ Dalam Bahasa manajemen ada mau dan mampu. Mau itu loyal dan mampu adalah kapabel. Kalau mau jadi pimpinan harus punya kemauan dan kemampuan, “ tegasnya (RG/PPMKP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *