Pemkab Bogor Serius Dan Fokus Tingkatkan Citarasa Kopi Bogor

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun) terus berupaya mengembangkan Kopi Bogor. Bukti keseriusan Pemkab ini adalah dengan melakukan fasilitasi berbagai kegiatan di antaranya kegiatan pengembangan tanaman kopi, pembibitan, pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), serta pengembangan pengolahan dan mutu hasil kopi. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk sehingga mampu berdaya saing serta memiliki nilai tambah sekaligus meningkatkan kualitas kebun, produksi, dan produktivitas tanaman perkebunan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petaninya.
Hal tersebut diungkapkan Reza Septian Penyuluh Perkebunan Distanhortbun dalam acara Bincang Siang Radio Pertanian Ciawi (RPC), Jumát (14/6).
“ Kabupaten Bogor memiliki areal perkebunan kopi seluas 6,200 ha. Sebagian besar yaitu 5,800 ha adalah kopi robusta karena lahan di bogor datarannya rendah sampai menengah dataran tingginya sedikit sehingga arabicanya hanya 400 ha, “ ungkapnya.
Potensi kopi terbesar di Bogor kata Reza ada di Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari, Cariu dan wilayah lain tersebar seperti di Megamendung, Cisarua, Cigombong, Babakan Madang dan wilayah Bogor Barat yakni di Leuwiliang dan Jasinga.
“ Setelah program penambahan area lahan beberapa tahun lalu , sekarang Pemkab sedang fokus pada peningkatan mutu dari mulai fisik sampai citarasanya, dengan terus melakukan penyuluhan dan pendampingan pada petani kopi “ jelasnya.
Reza menuturkan citarasa kopi yang paling unggul menurutnya saat ini dipegang oleh kopi dari Cibulao yang memegang score tertinggi.
“ Ini bukan berarti kopi dari wilayah lain tidak enak, tetapi score tertinggi dipegang oleh Cibulao, “ tuturnya.
Dalam acara yang merupakan kerjasama RPC dengan Distanhortbun ini Reza menjelaskan citarasa kopi dipengaruhi tidak hanya oleh pengolahannya saja tetapi, agroklimat juga berpengaruh.
“ Suhu harian rata – rata siang hari, malam hari, curah hujan, jenis tanah, kandungan hara, ini sangat berpengaruh pada citarasa kopi, dan agroklimat ini tidak bisa direkayasa, “ jelasnya.
Citarasa kopi dikatakan Reza bisa direkayasa dengan pengolahan yang baik, salah satunya dengan Ciragi. Ciragi adalah starter mikroba untuk fermentasi biji kopi. Kesempurnaan fermentasi merupakan prasyarat penting untuk menghasilkan calon citarasa yang akan berubah menjadi citarasa hebat selama penggarangan.
Untuk pencapaian Kopi Bogor Reza merinci di tahun 2016 memperoleh juara satu diraih Robusta Cibulao dengan Ciragi, 2017 peringkat tujuh kontes kopi specialty Indonesia, 2018 kopi Babakan Madang peringkat empat kontes kopi specialty Indonesia dan pencapaian internasional 2018 Kopi Bogor mendapat dua penghargaan dari AVPA atau Agency for the Valorization of the Agricultural Products (AVPA Gourmet Product).
“ Pameran di Paris Kopi Ciragi mendapat penghargaan bronze Gourmet, dan penghargaan Silver Gourmet untuk kopi yang diolah secara white. Kopi ini berasal dari desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur, 2019 Kopi Bogor dipamerkan di Amsterdam dan Berlin, “ ujarnya. (RG/PPMKP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *